PT Bima Agri Sawit menyelenggarakan Workshop Pengelolaan dan Pelestarian Warisan Budaya bagi Masyarakat Adat Dayak Basap, sejalan dengan IFC PS 8.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik keberlanjutan, PT Bima Agri Sawit (PT BAS)-DSNG menyelenggarakan Workshop Pengelolaan dan Pelestarian Warisan Budaya bagi Masyarakat Adat Dayak Basap dari Desa Baay dan Karangan Seberang. Kegiatan yang dilaksanakan awal 2026 di Samarinda ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam melindungi dan mengelola aset budaya secara berkelanjutan, sejalan dengan standar International Finance Corporation Performance Standard 8 (IFC PS 8) serta implementasi Environmental & Social Action Plan (ESAP) perusahaan.

Workshop dilaksanakan secara partisipatif bersama BPKW XIV Kaltimtara melalui pemaparan materi, diskusi, dan praktik konservasi cagar budaya. Melalui inisiatif ini, PT BAS tidak hanya memenuhi komitmen terhadap standar keberlanjutan global, tetapi juga memberdayakan masyarakat adat sebagai penjaga utama warisan budaya, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan komunitas lokal.