DSNG melaksanakan pengembangan kerajinan tradisional Dayak Wehea (Teppa dan Topeng Hudoq) yang melibatkan Kelompok Seni dan Pemuda Wehea.

Sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat adat dan pelestarian budaya, DSNG melaksanakan program pengembangan kerajinan tradisional Dayak Wehea yang mencakup pembuatan Teppa dan Topeng Hudoq. Kegiatan ini melibatkan 18 anggota Kelompok Seni Wehea dan 15 anggota Kelompok Pemuda di Desa Nehas Liah Bing melalui pelatihan refreshment berbasis praktik langsung yang difasilitasi instruktur lokal. Pelatihan mencakup seluruh tahapan produksi, dengan fokus peningkatan keterampilan teknis, standardisasi kualitas, serta penguatan kolaborasi kelompok.

Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan rasa bangga generasi muda terhadap warisan leluhur, khususnya Topeng Hudoq yang memiliki nilai spiritual, estetika, dan sosial. Dukungan tambahan berupa 15 unit alat raut rotan kepada tiga kelompok seni turut meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja. Secara keseluruhan, inisiatif ini mendorong pelestarian budaya sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas yang berkelanjutan.